TEKNIK BUDIDAYA JAMUR TIRAM

  Jumat, 22 Desember 2017

(Oleh Yudha Adi Pradana)

Pembuatan kultur murni

Bahan :

1)    Kentang 200 gram

2)    Dekstrose (gula) 20 gram

3)    Agar-agar 15 gram

4)    Aquades 1 liter

Alat :

1)    Otoklaf

2)    Laminar air flow

3)    Disecting set (pinset, penjepit, scalpel, gunting dll)

4)    Inoculating set (jarum ose, jarum inokulase)

5)    Inkubator

6)    Alat-alat gelas (beaker glass, gelas ukur, tabung reaksi, Erlenmeyer, petridish)

 

7)    Lampu spirtus/Bunsen

Tahapan Pembuatan Biakan / Kultur Murni :

1)    Pembuatan media tanam

2)    Pemilihan tanaman induk

3)    Pengambilan dan penanaman eksplan

4)    Inkubasi

5)    Isolasi

 

Cara pembuatan Potatoes Dextrose Agar (PDA) :

1)    Kentang sebanyak 200 gram dipotong-potong kecil berbentuk kotak

2)    Rebus potongan kentang tersebut dalam panci berisi air bersih 1 liter hingga menjadi lunak (Cirinya air menjadi kekuningan dan air menjadi 500 ml dari        1 liter)

3)    Setelah lunak, keluarkan potongan kentang dan saring air rebusannya.  Tambahkan air destilasi ke dalam air rebusan hingga keseluruhannya mencukupi 1 liter.  Selanjutkan pindahkan ke dalam panci tim, lalu tambahkan dekstrose atau gula putih dan agar-agar.  Didihkan campuran tersebut sambil diaduk-aduk secara kontinu

4)    Setelah mendidih, saring dengan kain kasa dan tuang ke dalam botol-botol pipih atau botol bekas saus tomat yang sudah bersih setinggi 2,5 cm dari dasar botol.  Untuk biakan inti, tuang media PDA sebanyak 10 ml ke dalam tabung reaksi.  Selanjutnya tutup botol dan tabung reaksi yang berisi media PDA dengan kapas yang dipadatkan.  Bungkus tutup kapas dengan alumunium foil, lalu ikat dengan benang kasur agar tutup tidak terlepas saat media disterilkan

5)    Sterilkan media PDA dalam autoklaf selama 15 menit pada tekanan 15 Psi atau kukus tiap hari 1 jam selama 3 hari bertuut-turut.  Setelah disterilkan, letakkan botol atau tabung reaksi media dalam posisi miring pada saat media masih cair sehingga nanti diperoleh permukaan media yang lebih lua.  Kemiringan dibuat sedemikan rupa sehingga media tidak menyentuh kapas

 

6)    Media yang tidak segera dipakai dapat disimpan dalam tempat dingin atau refrigerator selama tujuh bulan atau lebih, sepanjang media tidak mongering.  Media yang terkontaminasi sebelum digunakan harus dibuang.  Media yang terkontaminasi biasanya tampak pertumbuhan mikroorganisme sebelum diinokulasi.  Oleh karena itu, sebelum digunakan media tersebut dibiarkan dahulu paling tidak selama 12 jam setelah sterilisasi inokulasi agar adanya kontaminasi dapat diketahui

Isolasi Mikroorganisme Untuk Mendapatkan Biakan Murni (Pengambilan dan Penanaman Eksplan) :

1)  Siapkan tanaman induk jamur yang akan diisolasi.  Bagian tubuh jamur yang digunakan adalah bagian bagian pangkal batang (jaringan) atau pada lembaran lamella.  Bagian yang paling baik digunakan adalah batang tubuh jamur bagian tengah

2)  Siapkan botol atau tabung reaksi yang telah berisi media PDA tersterilisasi.

3)  Inokulasi-kan potongan bagian tubuh jamur ke dalam media PDA secara aseptis dan steril (Bisa menggunakan pinset, jarum ose dll)

4)  Lalu inkubasi pada suhu ruangan selama kurang lebih 2-3 hari untuk melihat tingkat keberhasilan.  Ciri-ciri proses isolasi yang berhasil adalah tidak terkontaminasi bakteri lain (hitam atau ungu), tidak terdapat gelembung air serta bagian yang dapat digunakan adalah serabut benang putih tipis.

 

Materi 2 : Pembuatan Bibit Induk (Stock Culture / F1)

Bahan :

1)  Biji-bijian (jagung/sorghum/beras/padi)           : 60%

2)  Sebuk kayu                                                   : 40%

3)  Kapur                                                           : 0,5 – 1 %

4)  Gips                                                             : 0,1 – 1 %

5)  Air secukupnya

Cara Pembuatan :

1)  Biji-bijian (jagung) sebelumnya telah direndam selama satu malam kemudian direbus sampai biji jagung menjadi lunak

2)  Campur semua bahan hingga merata

3)  Masukkan campuran bahan tersebut ke dalam botol, serta tutup dengan kapas dan ikat dengan erat

4)  Sterilisasi dengan menggunakan suhu 1210C.  Sterilisasi (Pengukusan) dapat menggunakan drum selama 6-8 jam.

5)  Dinginkan kurang lebih 12 jam

6)  Lakukan proses inokulasi dengan mengambil bagian miselium jamur (berwarna putih) pada bibit kultur murni (F0)  dimasukkan ke dalam botol bibit induk (F1)

7)  Diamkan / inkubasi pada suhu ruangan selama kurang lebih 40 hari  

8)  Tanda keberhasilan pembutan bibit F1 adalah telah tumbuhnya miselium jamur berwarna putih di seluruh permukaan botol F1

 

Materi 3 : Pembuatan Bibit Sub Kuktur (F2)

Bahan :

1)    Serbuk kayu 85 - 90 %

2)    Bekatul 10 – 15 %

3)    Kapur 1 – 2 %

4)    Gips 0,1 – 1 %

5)    Air secukupnya (sampai dengan kadar air 45 – 60 %)

Cara Pembuatan :

1)    Campur semua bahan hingga merata

2)    Tambahkan air secukupnya sampai dengan campuran bahan memiliki tekstur liat di tangan

3)    Masukkan ke dalam botol / baglog

4)    Tutup menggunakan ring dan ikat hingga erat

5)    Sterilisasi dengan menggunakan suhu 1210C.  Sterilisasi (Pengukusan) dapat menggunakan drum selama 6-8 jam.

6)    Dinginkan kurang lebih 12 jam

7)    Lakukan proses inokulasi dengan menuangkan/menabur + 2 sendok makan dari bibit F1 ke dalam baglog/botol F2

8)    Diamkan / inkubasi pada suhu ruangan selama kurang lebih 40 hari

9)    Tanda keberhasilan pembutan bibit F1 adalah telah tumbuhnya miselium jamur berwarna putih di seluruh permukaan botol F1

 

 

 

Materi 4 : Prinsip Budidaya jamur Tiram

Formulasi dan bahan budidaya jamur tiram :

Formulasi

Serbuk Kayu (Kg)

Tapioka (Kg)

Bejatul (Kg)

Kapur (Kg)

Gips (Kg)

TSP (Kg)

I

100

-

15

5

1

-

II

100

-

5

2,5

0,5

0,5

III

100

-

10

2,5

0,5

0,5

IV

100

5

10

5

1

0,5

 

Pembuatan Media tumbuh :