Bumdes Mesin Ungkit Ekonomi Pembangunan Desa

BALILATFO

  Senin, 19 Februari 2018

Kementerian Desa, PDT Dan Transmigrasi Menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tanggal 16 Februari 2017 di  BBLM Kementerian Desa, PDT  dan  Transmigrasi   Jl. Penganten Ali No.71A, Ciracas, Jakarta. Kegiatan ini diliput oleh jurnalis dari polanusa.com. 

Bimbingan Teknis (Bimtek-red) Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes-red) diharapkan peserta memahami materi pelatihan pengelolaan Bumdes secara baik dan benar, agar pengelolaan Bumdes dapat terwujud menjadi program andalan meningkatkan kemandirian perekonomian DESA.

Demikian, Sekertaris BALILATFO Kementerian Desa, PDT & Transmigrasi,  Jajang Abdullah, S. Pd, M.Si, kepada polanusa.com ketika ditemui di TC. BBLM, Kementerian Desa, PDT  dan  Transmigrasi   Jl. Penganten Ali No.71A, Ciracas, Jakarta Jumat (16/2).

“pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas peserta mengenai pengelolaan BUMDes. Sehingga, BUMDes kedepan dapat menjadi mesin ungkit perekonomian pembangunan masyarakat dan Desa”, ungkap Sekretaris Balilatfo kepada polanusa.com.

Bimtek Pelatihan Pengelolaan BUMDes sebagai upaya pemerintah dalam peningkatan kemampuan SDM pengelola BUMDes ke depan lebih maju dan professional.

“target capaiannya nanti setelah dilakukan pelatihan di BBPLM ini diharapkan kemampuan teknis maupun pengetahuan mereka bisa lebih meningkat. Sehingga, pengelolaan BUMDes kedepan dapat lebih profesional,” jelas Jajang Abdullah, S. Pd, M.Si.

Pembentukan dan pengelolaan BUMDes merupakan prioritas program Kementerian Desa, PDTT disamping program lainnya untuk memicu peningkatan ekonomi masyarakat dan Desa.

“Dalam manajemen kepengurusan, BUMDes terpisah dari pemerintahan DESA. BUMDes sebagai perusahaan yang dikelola masyarakat DESA bertujuan untuk menggali dan mengelola potensi DESA sebagai sumber pendapatan ekonomi DESA”, imbuh Jajang Abdullah, S. Pd, M.Si, bersemangat.

Selanjutnya, disamping Bimtek Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa, BBPLM Jakarta juga melaksanakan Pelatihan Budidaya Tanaman Sistem Hidroponik yang cocok untuk lahan sempit dan terbatas.

“pelatihan Budidaya Tanaman Sistem  Hidroponik diharapkan peserta dapat melaksanakan dan menularkan pengetahuannya kepada masyarakat Desa lainnya dalam memanfaatkan lahan sempit dan terbatas menjadi peluang usaha guna menambah income keluarga maupun tambahan gizi dari sayuran hidroponik”, tegas Jajang Abdullah, S. Pd, M.Si, di Jakarta.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggara kegiatan Bimtek Pelatihan Pengelolaan BUMDesa dan Pelatihan Budidaya Tanaman Sistem  Hidroponik BBPLM Jakarta, Istianto, S.Pd, Bimtek secara Nasional berlangsung dari 12-17  Februari 2018, dan Pelatihan Budidaya Tanaman Sistem Hidroponik  dilaksanakan selama lima hari (12-16), bertempat di Training Centre (TC) Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal   dan  Transmigrasi   Jl. Penganten Ali No.71A, Ciracas, Jakarta Timur.

“Secara Nasional, peserta Bimtek Pelatihan Pengelolaan  Bumdes berjumlah 31 orang   yang  berasal dari BBLM Yogyakarta, Balatmas Pekanbaru, Denpasar, Makassar, Maluku, Papua, Disnakertrans dan DPMPD Prov. Babel, Kab. Belitung, Prov. Sumsel, Kab. Belitung Timur, Prov. Sumsel, Kab. Belitung, Prov. Jawa Barat, Kab. Tasik Malaya, Kab. Bogor, Kab. Sukabumi, Prov. Lampung, Prov. Banten, Kab. Garut, BBPLM Jakarta, BLKM Prov. Jawa Barat, UPTD Disnakertransduk Prov. Aceh dan UPTD Disnakertrans  Prov. NTB”, tegas Istianto, S.Pd, Kabid Penyelenggara Kegiatan Bimtek BBPLM-Jakarta.

Peserta Pelatihan Budidaya Tanaman Sistem  Hidroponik sebanyak 30 orang dari Kecamatan Kebon Jeruk, Palmerah dan Kembangan Jakarta Barat. Pelatihan ini diharapkan selain peserta maupun masyarakat nantinya akan lebih kreatif dalam memanfaatkan lahan sempit yang lebih bermanfaat seperti di Jakarta ini.

“Melalui pelatihan ini, disamping mereka akan mendapat income tambahan keluarga dan gizi dari sayuran hidroponik yang mereka tanam, juga tingkat kesejahteraan, kesehatan akan lebih meningkat karena lingkungan mereka pun jadi lebih subur dan asri”, terang Istianto, S.Pd, kepada polanusa.com.

“Peserta Bimtek pengelolaan Bumdes maupun Pelatihan Budidaya Tanaman Sistem Hidroponik  yang  menyelesaikan seluruh program kegiatan pelatihan dengan baik akan diberi sertifikat yang dikeluarkan oleh Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat”, jelas Istianto, S.Pd.