BEDAH BUKU “RANCANG BANGUN BISNIS DAN PENGELOLAAN BUMDESA”

YOGYAKARTA

  Senin, 16 April 2018

Sebagai sebuah lembaga pelatihan masyarakat di bawah Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, BBLM Yogyakarta perlu melaksanakan penyebarluasan informasi baik berupa berbagai pelatihan yang diadakan di Balai maupun tugas dan fungsi dari BBLM sendiri.

Dalam kesempatan ini, BBLM Yogyakarta diundang oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Pemerintah Daerah Provinsi DIY sebagai salah satu narasumber pada kegiatan bedah buku dengan judul “Rancang Bangun Bisnis dan Pengelolaan BUMDesa”. Kegiatan bedah buku  diadakan di pada Selasa, 13 Februari 2018 Joglo Tinom, Desa Sidomoyo, Sidoarum, Godean, Sleman, DIY.

Kegiatan bedah buku ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh BPAD DIY sebagai salah satu bentuk penyebarluasan buku dan peningkatan minat baca masyarakat. Terutama di lokasi penyelenggaraan kegiatan ini telah dihibahkan sejumlah buku untuk dipinjam dan dibaca oleh  masyarakat secara bebas.

Buku “Rancang Bangun Bisnis dan Pengelolaan BUMDesa” merupakan hasil penelitian dari lembaga swadaya masyarakat Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta yang menjadi salah satu acuan bagi BBLM Yogyakarta dalam penyelenggaraan pelatihan manajemen BUMDesa. Dengan diseminasi hasil buku tersebut diharapkan masyarakat luas dapat makin mengenal dan mengetahui tentang BUMDesa termasuk dasar pelaksanaan, prosedur pendirian serta cara memilih pengurus BUMDesa. Selama ini sebagian masyarakat belum mengetahui mengenai apa dan bagaimana BUMDesa, bahkan yang ada di desanya sendiri.

Kegiatan bedah buku ini diisi oleh empat narasumber yaitu   Didik Danu Suryo dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sleman memberikan paparan mengenai dasar hukum berdirinya BUMDesa yaitu UU No 6 Tahun 2014 pasal 89. Disampaikan pentingnya sebuah desa memiliki BUMDesa. Pertama, agar pengelolaan potensi desa lebih professional. Kedua, pengelolaan potensi desa lebih transparan. Ketiga, agar pengelolaan potensi desa dicapai dengan cara demokrasi yang dilihat dari meningkatnya kepercayaan masyarakat.

Pada kesempatan berikutnya, narasumber dari Komisi D DPRD Sleman menyampaikan secara singkat mengenai pentingnya sebuah desa memiliki BUMDesa serta pentingnya untuk terus berkomunikasi dengan wakil rakyat yang ada di DPRD untuk dapat memfasilitasi berbagai kepentingan masyarakat terutama terkait dengan unit usaha BUMDesa. H. Koeswanto, S.IP sebagai putra daerah Desa Sidomoyo menekankan pentingnya untuk sebuah unit usaha BUMDesa berjalan tanpa harus menunggu komplit berbagai peralatan, yang penting ada konsolidasi antara visi, misi, pasar, dan uang.

Sebagai narasumber ketiga, Direktur BUMDesa Amarta dari Desa Pandowoharjo Sleman menyampaikan kisah sukses sejak awal pendirian BUMDesa hingga saat ini dapat memberikan lapangan pekerjaan pada lima warga desa dengan gaji setara Upah Minimum Kabupaten. “BUMDesa sekarang sudah seperti bidadari, didatangi berbagai macam lembaga diajak kerjasama”, demikian disampaikan Agus Setyanta, S.Sos yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi BUMDesa Kab. Sleman. Untuk berikutnya, Pandowo Rest Area dan Lapangan Desa akan diserahkan pihak desa ke BUMDesa Amarta untuk pengelolaannya.

Paparan terakhir  dari BBLM Yogyakarta dengan narasumber Agung Cahyo Prabowo, SE, MM. menyampaikan profil BBLM beserta tugas fungsi dan berbagai pelatihan yang ada di BBLM. Sebagaimana disebutkan dalam buku “Rancang Bangun Bisnis dan Pengelolaan BUMDesa”, BBLM mengadakan berbagai pelatihan untuk mendukung terbentuknya BUMDesa berdaya, mandiri serta menyejahterakan, diantaranya dengan pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), Pengelolaan BUMDesa, Prukades (Program Unggulan Kawasan Perdesaan), serta persiapan bagi calon transmigran.

Kegiatan bedah buku berakhir setelah sesi tanya jawab dari peserta.

Bedah Buku

 

Bedah Buku2