Kajian Model Kerjasama Antar Desa Dalam Mendukung Pengembangan Geopark

  Selasa, 08 Mei 2018

Implementasi amanah Undang-Undang Desa Nomor 4 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa tiap desa dapat mengadakan kerjasama dengan desa lain dan / atau dengan pihak ketiga merupakan peluang bagi pemerintah desa untuk mengusung kolaborasi dalam membangun wilayahnya. Sayangnya potensi ini belum banyak dioptimalkan pemerintah desa karena kesulitan menentukan model yang tepat dan kurangnya pengetahuan mengenai mekanisme dalam melaksanakan kerjasama.

Bertolak dari hal tersebut, Pusat Penelitian Pengembangan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengangkat isu ini menjadi satu kajian dalam penelitian mandiri 2018. Pemilihan lokasi penelitian  dipilih secara purposif di kawasan Geopark Belitung Timur berkaitan dengan upaya Pemerintah Daerah setempat yang tengah mengembangkan desa-desa disana dengan  prinsip desa mandiri dan keberlanjutan (sustainble) sejalan dengan konsep pengembangan kawasan Geopark  dan Undang-Undang Desa yang menyaratkan hadirnya peran serta masyarakat dalam pembangungan desa.

Penelitian telah dilaksanakan oleh Priyono, peneliti dari Puslitbang Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada pertengahan Mei 2018 dengan mengangkat tajuk studi terkait “Model kerjasama antar desa dalam mendukung pengembangan Geopark di Belitung Timur.”Dalam penelitian ini, kerjasama antar desa didefinisikan sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh dua/lebih desa untuk mencapai tujuan atau target yang sebelumnya sudah direncanakan dan disepakati secara bersama. Bidang-bidang kegiatan yang dapat dikerjasamakan meliputi: pengembangan usaha bersama, kegiatan kemasyarakatan, pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat antar-Desa; dan/atau bidang keamanan dan ketertiban. Setelah melaksanakan kerjasama antar desa dan berjalan dengan baik selanjutnya desa yang kerjasama dapat membentuk BUMDesa Bersama untuk mengelola kegiatan yang disepakati.

Terkait pengembangan Kawasan Geopark, Kabupaten Belitung Timur memiliki lima lokasi pengembangan geopark yang terdiri dari Kawasan Geopark Open Pit Nam Salu, Kawasan Geopark Hutan Kerangas, Kawasan Geopark Batu Pulas/Pulau Keran, Kawasan Geopark Burung Mandi, serta Kawasan Geopark Gunung Lumut, untuk mendukung pengembangan ini, kerjasama yang dapat dilakukan dalam mendukung pengembangan Geopark antara lain dibidang keamanan, transportasi lokal dalam kawasan yang membawa wisatawan, toko cindera mata (galeri) yang dikelola BUMDesa Bersama untuk membantu pemasaran.

Kerjasama antar desa secara khusus sudah dilaksanakan oleh 3 desa yaitu: Desa Baru, Desa Kurnia Jaya, dan  Desa Mekar Jaya, Kecamatan Manggar, membentuk BUMDesa Bersama pada bidang usaha pengolahan hasil ikan, ditetapkan dan disepakati dalam bentuk prukades pada tanggal 15 Desember Tahun 2017, Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Desa Bersama bernama “Kurnia Mekar Baru Mandiri”.

Kerjasama yang terjalin selama setahun belakangan dilaksanakan dalam bentuk forum koordinasi bersifat otonomi dan voluntary. Tiga hal yang menjadi latar belakang terbentuknya kerjasama di lokus penelitian yakni memiliki permasalahan yang sama dalam hal peningkatan nilai ekonomi hasil perikanan masyarakat nelayan. Kemudian, desa melaksanakan kerjasama merupakan desa bertetanggaan. Model kerjasama antardesa dapat digambarkan sebagai berikut : pelaksanaan kerjasama masyarakat desa sudah dibentuk struktur organisasi, sehingga wewenang pelaksanaan kerjasama bersifat hierarkhis antar anggota dengan skema pembuatan keputusan bersifat top-down, serta relasi antar anggota bersifat otoritasi.

Hal lain yang diungkapkan dalam penelitian ini antara lain bentuk kerjasama yang terjalin memiliki desain kelembagan yang disusun dalam bentuk simpul-simpul yang berdasarkan profesi. Dengan spektrum peran dilaksanakan dengan menjalankan peran kedalam/internal (peningkatan kapasitas anggota, mendorong dan memfasilitasi kerjasama serta mengkoordinasikan, penghimpunan dan penyebaran knowledge), serta peran keluar/eksternal (pengembangan jaringan dengan stakeholder lokal dan internasional, serta kalangan akademisi).

Selain itu, potensi produk unggulan yang dapat dikembangkan melalui kerjasama antar desa dengan kawasan geopark meliputi pengelolaan komoditas: Kopi, Lada/sahan, Teh sapu-sapu, Jamu pasak bumi, Olahan hasil laut (Ikan, Kepiting, Cumi, dll), Terasi Mengguru, Anyaman/Handycraft (Rotan), Cinderamata (Miniature Kater dan Jamu Krakap Batu). Potensi komoditas tersebut dapat diolah dan dipasarkan melalui BUMDES Bersama.

Melihat besarnya potensi Belitung Timur, kerjasama desa adalah satu keniscayaan dalam menyiapkan masa depan Kawasan Belitung Timur lebih maju. Oleh sebab itu, dari penelitian ini untuk keberlanjutan antardesa direkomendasikan tiga upaya khusus meliputi : pendampingan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi secara kontinyu, peningkatan prasarana pendukung, serta fasilitasi untuk menstimulus hadirnya lebih banyak kerjasama desa yang dilakukan oleh pemerintah setempat dengan dukungan pemerintah pusat.