Kementerian Desa percepat alur komunikasi dari pusat ke desa melalui aplikasi Ruang Desa

BALILATFO

  Rabu, 06 Juni 2018

Kementerian Desa percepat alur komunikasi dari pusat ke desa melalui aplikasi Ruang Desa

Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Desa, dengan dukungan dari Pemerintah Australia melalui Program KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) menyelenggarakan “Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi telepon pintar Ruang Desa” di Jawa Timur, yaitu di Malang (5/6) dan Jember (7/6).

Pelatihan yang melibatkan 10 kabupaten di Jawa Timur ini diikuti oleh lebih dari 200 orang ini melibatkan pelaku pembangunan desa dari berbagai unsur, termasuk pendamping desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan provinsi; perangkat desa; dan perwakilan masyarakat dari radio komunitas, relawan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) Kemenkominfo, serta perwakilan beberapa LSM seperti Lakpesdam NU.

Participants discussing RuangDesa

“Aplikasi Ruang Desa ini dimaksudkan sebagai wahana silaturahmi, diskusi, dan juga ruang untuk menyampaikan informasi-informasi yang benar dan tepat secara cepat. Terlebih, dalam waktu dekat, kita akan dibombardir dengan banyak informasi dan mungkin juga hoax tentang pembangunan pada masa politik,” ungkap Ivanovich Agusta, Kepala Pusdatin Kementerian Desa pada pembukaan pelatihan.

Lebih jauh, Ivan juga menyampaikan bahwa Ruang Desa akan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, pendamping desa dan juga kementerian desa, jika aplikasi Ruang Desa betul-betul digunakan secara luas. “Konsultasi dan diskusi yang disampaikan melalui Ruang Desa akan didata dan dianalisa sebagai bahan rujukan bagi Kementerian Desa dalam menyusun kebijakan selanjutnya,” tutup Ivan.

Aplikasi Ruang Desa yang telah diluncurkan pada 2017 lalu ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan Undang-undang Desa melalui 3 (tiga) fitur utama sebagai berikut: 1) fitur Konsultasi sebagai ruang konsultasi antara fasilitator dan perangkat desa; 2) fitur Forum sebagai ruang bagi Kementerian Desa untuk menyebarluaskan informasi langsung ke perangkat desa dan masyarakat; serta 3) fitur Pustaka sebagai ruang penyediaan referensi tentang pelaksanaan Undang-undang Desa.

Setelah peluncuran dan uji coba di tiga provinsi (NTB, Aceh dan Jawa Timur) pada tahun 2017, aplikasi Ruang Desa telah diperbarui berdasarkan masukan dari pelaku pembangunan desa di tiga provinsi tersebut. Dengan pembaruan ini, diharapkan Ruang Desa dapat lebih memudahkan kinerja perangkat desa dan pendamping desa dalam mendapatkan dan menyebarkan informasi terkini, serta memastikan bahwa masyarakat umum juga dapat berpartisipasi aktif. Pembaruan ini juga memastikan agar Kementerian Desa dapat mengirimkan pengumuman penting dan kebijakan-kebijakan baru secara cepat.

Commenting on RuangDesa Forum

Data dan informasi yang terkumpul dari aplikasi Ruang Desa akan dikumpulkan dan dianalisa untuk menjadi bahan rujukan bagi Kementerian Desa, serta pemerintah kabupaten dan provinsi dalam menyusun kebijakan-kebijakan baru tentang pelaksanaan Undang-undang Desa.

Diharapkan, melalui lokakarya di Jawa Timur ini, kolaborasi lebih lanjut antara pemangku kepentingan Ruang Desa, termasuk pendamping desa, perangkat desa, serta masyarakat termasuk dengan radio komunitas dan relawan TIK dapat berlangsung. Radio komunitas dapat memfasilitasi masyarakat yang tidak memiliki koneksi internet atau telepon pintar untuk berkonsultasi dengan pendamping desa menggunakan aplikasi Ruang Desa. Radio komunitas juga dapat mengakses penyebaran informasi dan pengumuman dari Kementerian Desa melalui aplikasi dan menyampaikan informasi tersebut ke masyarakat dan mengirimkan kembali tanggapan masyarakat ke Kementerian Desa secara cepat.

Hingga hari ini, 13.755 fasilitator dan 1.549 administrator desa telah terdaftar dalam aplikasi Ruang Desa, melalui lebih dari 300 konsultasi.