Peran Bumdesa Bersama Dalam Pengembangan Usaha Masyarakat di Kecamatan Karangsambung, Kebumen

  Jumat, 08 Juni 2018

              Kabupaten Kebumen merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terdiri dari 26 kecamatan, 449 desa, dan 11 kelurahan. Kecamatan Karangsambung, satu dari 26 kecamatan yang ada di Kabupaten Kebumen, dikenal sebagai kawasan cagar alam geologi seluas sekitar 22.000 hektar. Kawasan ini menyimpan berbagai monumen geologi. Daya tarik kekhasan ini menginspirasi LIPI untuk menjadikan area tersebut sebagai wisata ilmiah (geo wisata) dan diresmikan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2016.

Sesuai dengan Keputusan Bupati Kebumen Nomor: 410/178/KEP/2016 pengembangan pembangunan wilayah perdesaan di Kabupaten Kebumen telah ditetapkan di beberapa lokasi pembangunan kawasan perdesaan berikut ini : kawasan Wisata Pesisir Menganti di Kecamatan Ayah terdiri dari 7 desa, kawasan Anyaman Pandan di Kecamatan Karang Ayar terdiri dari 5 desa, kawasan Kampung Batik di Kecamatan Pejagoan terdiri dari 3 desa, kawasan Produk Unggulan Gula Semut di Kecamatan Buayan terdiri dari 5 desa dan kawasan Kampung Peternakan Sapi di Kecamatan Klirong terdiri dari 2 desa.

Berkaitan dengan pembangunan kawasan perdesaan tersebut, Puslitbang Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengirimkan Penelitinya (Murdiatun, S.P., M.Si) untuk melakukan kajian mengenai Peran BUMDesa Bersama dalam Pengembangan Usaha Masyarakat di Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen pada tanggal 6 s/d 13 Mei 2018. Pada tahun 2018 terdapat program dari Direktorat Pembangunan Kawasan Perdesaan di Kecamatan Karangsambung diantaranya pengembangan Inkubator Produk Unggulan Kawasan Perdesaan BUMDesa Mart di Kecamatan dan program pembuatan embung desa di Desa Seling.

BUMDesa Bersama Bumi Dewandaro berada di Kecamatan Karangsambung,  BUMDesa Bersama ini terbentuk dan disepakati melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang difasilitasi Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) yang terdiri dari : pemerintah desa, anggota Badan Musyawarah Desa, lembaga desa dan tokoh masyarakat.  Kesepakatan dibentuk dari kerjasama antar 14 desa dan tertuang pada Peraturan Desa Nomor 01/2015, tanggal 01 Mei 2015 tentang Pelaksanaan Antar Desa didalam percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran.

Sebagai lembaga usaha yang merupakan transformasi dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan lengkap dengan program khusus Masterplan Perencanaan Perluasan Penanggulangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) dan berada dibawah BKAD. Hal ini juga didasari oleh pengakhiran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan dan konsolidasi Dana Bantuan Masyarakat (BLM) PNPM menjadi Dana Desa secara langsung ke desa melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBD).

BUMDesa Bersama Bumi Dewandaro ini secara langsung didirikan (tanpa didahului oleh pendirian BUM Desa skala lokal desa), dalam usianya yang ketiga tahun, telah memberikan pelayanan usaha antar desa. Usaha antar desa yang dikelola antara lain, mengelola dua unit usaha yaitu : (1) Unit Usaha Perguliran atau Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB)  yang dikelola oleh Staf Pengelola Dana Bergulir (SPDB), Dana yang dikelola UPDB meliputi Dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan ;  (2) Unit Usaha Jasa dan perdagangan atau Unit Pengelola Jasa dan Perdagangan (UPJP) yang dikelola oleh Staf Pengelola Jasa dan Perdagangan (SPJP).

UPDB mengelola dana bergulir hasil pelestarian dana bantuan Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang kemudian berubah nama menjadi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM Mandiri Perdesaan).  Sementara UPJP mengelola kegiatan jasa dan usaha perdagangan yaitu bidang konveksi yang  permodalannya berasal dari pelestarian program Masterplan Program  Percepatan  Penanggulangan kemiskinan Indonesia ( Ketua BKAD). Potensi usaha konveksi dan simpan pinjam tersebut dilihat sebagai sumber daya bersama untuk dikelola secara kolaboratif antar desa.

Peran BUMDesa Bersama ini masih terbatas kepada pemberian modal kepada : 1) Unit industri konveksi rumah tangga. Modal yang diberikan bukan berupa uang tetapi dalam bentuk mesin jahit,  pelatihan, mencari order/pesanan, mendistribusikan kepada kelompok masyarakat pada 4 zona sesuai permintaan, mengontrol kualitas produksi, pergudangan dan pemasaran; BUMDesa Bersama hanya memasarkan hasil produksi konveksi dalam partai besar. 2)  Unit Dana Bergulir (UDB / SPDB) mengelola 2 jenis kelompok yaitu SPP yang beranggotakan kelompok perempuan, dan UEP yang beranggotakan campuran laki dan perempuan. Jumlah kelompok yang dilayani selama tahun 2017 adalah 335 terdiri dari 321 kelompok SPP dan 14 kelompok UEP.