PELATIHAN HIDROPONIK ANGKATAN 4 DI PONDOK PESANTREN DARUL ISLAH, WONOSOBO

YOGYAKARTA

  Kamis, 19 Juli 2018

Keterbatasan lahan di perkotaan tidak menghalangi para petani dalam menyalurkan kegemarannya bercocok tanam. Bagaimana caranya? Hidroponik. Ya, metode menanam menggunakan media air ini cocok untuk diterapkan di wilayah yang minim lahan dan hemat air. Di wilayah Wonosobo saat ini sedang booming budidaya hidroponik, tidak kalah juga di pondok pesantren. Saat ini para santri tidak hanya mengaji (menimba ilmu agama) tetapi juga dibekali kewirausahaan seperti bertani, ternak dan perikanan.

 

Dalam memberikan peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap tentang hidroponik, BBLM Yogyakarta melaksanakan pelatihan Hidroponik Angkatan 4 di Pondok Pesantren Darul Islah, Wonosobo pada tanggal 5-9 Juli 2018, dengan jumlah peserta 30 orang yang merupakan para santri Pondok Pesantren Darul Islah.

 

Pelatihan dibuka oleh Pengasuh Pondok Pesantren, Rino “Para santri harus mampu mengembangkan hidroponik sebagai salah satu usaha selain menimba ilmu agama”.

 

Peserta selama pelatihan diberikan pembelajaran teori dan praktek yang dipandu oleh Omah Hidro Yogyakarta dan PSM BBLM Yogyakarta. Peserta sangat antusias, rasa keingintahuannya sangat besar dan semangat. Di akhir pelatihan, peserta diberikan bantuan stimulan berupa instalasi hisroponik, nutrisi, TDS, bibit sayuran dan rockwool sebagai bekal untuk memulai usaha hidroponik.

 

Pelatihan ditutup secara resmi oleh Kabag tata Usaha, Heru Setyanto “Semoga para santri langsung dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh, bantuan stimulan yang diberikan semoga menjadikan motivasi dlam mewujudkan usaha hidroponik”.

 

Semoga pelatihan ini memberikan manfaat dan bekal bagi para peserta dalam bercocok tanam hidroponik, menambah penghasilan dan kesejahteraan masyarakat.

Hidroponik 4

 

Hidroponik4 praktek

 

Hidroponik 4