PELATIHAN KELEMBAGAAN BUMDESA KABUPATEN BANYUMAS DI BALAI BESAR LATIHAN MASYARAKAT YOGYAKARTA

YOGYAKARTA

  Jumat, 10 Agustus 2018

Kedatangan 13 orang pengurus BUMDesa dari 3 desa di Kabupaten Banyumas untuk menambah ilmu dan wawasan mengenai Badan Usaha Milik Desa (selanjutnya disebut BUMDesa) disambut baik oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM), Bapak M. Heri Salugu. Dalam sambutannya di ruang kelas A, beliau menyampaikan terimakasihnya telah mempercayakan pelatihan ini kepada BBLM Yogyakarta. “Semoga materi maupun sharing yang terjadi dalam pelatihan ini dapat meningkatkan kapabilitas para pengurus BUMDesa,” demikian beliau membuka pelatihan ini pada Rabu, 25 Juli 2018.

Selain berencana membentuk BUMDesa Bersama (selanjutnya disebut BUMDesma) yang mencakup 9 desa dalam 1 kecamatan, para pengurus BUMDesa juga berencana membentuk 1 BUMDesma lagi yang mencakup 3 desa dalam kawasan agrowisata Pegunungan Kendeng, Kec. Somagede, Kab. Banyumas.

Dari 3 desa tersebut, Desa Kemawi memiliki potensi alam melimpah. Desa tersebut cukup subur sehingga banyak jenis sayuran bisa dibudidayakan. Pada tahun 2015 pemerintah desa mendapat dana desa sebesar Rp 5 juta yang kemudian baru pada tahun 2017 dirintis BUMDesa. Untuk Desa Klinting dan Desa Tanggeran juga sudah mempunyai BUMDesa namun baru sebatas pada unit usaha simpan pinjam dan PAMSIMAS (air bersih).

Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari ini dibawakan oleh 3 orang Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) BBLM Yogyakarta. Terkait keinginan peserta untuk membentuk BUMDesma, peserta menanyakan apakah boleh pengurus BUMDesa merangkap tugas sebagai pengurus BUMDesma. “Sejauh ini tidak ada peraturan khusus yang mengatur mengenai hal tersebut. Sehingga masih dibolehkan sepanjang tidak mengganggu jalannya kepengurusan BUMDesa,” demikian lanjut Agung Cahyo Prabowo, SE, MM sebagai pemateri. Dalam sesi selanjutnya, Imam Prasmono, SH menyampaikan bahwa pelatihan di BBLM ditujukan untuk masyarakat desa bukan untuk perangkat desa. “Pelatihan bagi perangkat desa dilaksanakan oleh Kemendagri di Balai PMD Kalasan”.

Memasuki hari ke-2, peserta mengunjungi salah satu BUMDesa yang telah dinilai cukup sukses dan tahapan pendiriannya sesuai dengan amanat Permendesa No 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran BUMDesa. Dalam kesempatan kunjungan lapang ini, Yulia Aryani, SP, MAP dari BBLM menyampaikan sekilas mengenai profil BUMDesa Amarta “Dalam waktu 2 tahun setelah mengikuti pelatihan di BBLM Yogyakarta, BUMDesa Amarta telah mengalami pencapaian luar biasa”.

Dalam kunjungan lapang ini peserta disambut langsung oleh Bapak Agus Setyanta, S.Sos selaku Direktur BUMDesa Amarta. Beliau menyampaikan pentingnya kehadiran BUMDesa dalam penyadaran warga Desa Pendowoharjo untuk memilah sampah. Diawali dengan 4 orang relawan sebagai pengumpul sampah dari warga ke tempat pengumpulan sampah di BUMDesa Amarta hingga pada pengolahan sampah organik untuk dijadikan pupuk padat maupun cair, serta pengolahan sampah plastik menjadi berbagai kerajinan yang dapat digunakan kembali (re-use). “Untuk sampah kimia kami serahkan ke Dinas Lingkungan Hidup karena sampai saat ini kami belum bisa mengolahnya,” demikian Bapak Agus menjelaskan.

Menutup Pelatihan Kelembagaan BUMDesa Kabupaten Banyumas, Kepala Seksi Penyelenggara BBLM Yogyakarta, menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh peserta yang telah berkenan untuk hadir dan memberi kepercayaan pada BBLM Yogyakarta sebagai narasumber pada pelatihan ini. “Semoga kerjasama yang baik ini dapat terus berlangsung dan kita tingkatkan di kemudian hari,” demikian Ermawan Budi Wibowo, SE menutup.

Bimtek Banyumas

 

Bimtek Banyumas

 

Bimtek Banyumas