UJICOBA JAMUR TIRAM

YOGYAKARTA

  Sabtu, 04 Mei 2019

Jamur merupakan salah satu bahan pangan eksotis dan pamornya semakin menanjak. Menu jamur banyak disajikan di restoran, kafe, hotel dan banyak peminatnya. Jamur mengandung serat, betaglucan, vitamin B, mineral, kalium dan beberapa jenis karbohidrat.

BBLM Yogyakarta mengembangkan budidaya jamur tiram karena melihat potensi dan peluang jamur tiram yang terbuka. Jamur tiram juga cocok dikembangkan di iklim tropis seperti Indonesia dan investasi yang dibutuhkan untuk memulainya cukup murah dan bisa dilakukan bertahap. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) berwarna putih berbentuk setengah lingkaran. Dinamakan jamur tiram karena tajuknya menyerupai kulit tiram. Pujo Rahmat menyampaikan “Jamur tiram memiliki banyak peminat, dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan baik campuran sayuran maupun olahan makanan ringan. Budidaya jamur tiram tidak lah sulit, permintaan masih tinggi, namun petani jamur tiram masih sedikit”.

PSM BBLM Yogyakarta melakukan ujicoba pembuatan baglog jamur, dengan bahan utamanya adalah serbuk gergaji, bekatul, tepung jagung, kapur dolomite, dan air secukupnya. Bahan tersebut sebagai media tanam yang telah diinokulasikan dengan bibit jamur tiram.

Kumbung atau rumah jamur telah disiapkan dan dikondisikan menjaga suhu dan kelembaban ruangan untuk pertumbuhan jamur tiram. Baglog jamur yang sudah dilepas cincin dan penutupnya disusun di rak bertingkat secara horisontal dengan lubang baglog menghadap ke samping. Untuk menjaga suhu kisaran 16-240C dilakukan penyiraman pagi dan sore hari.

Baglog yang sudah tertutup sempurna miseliumnya, dalam waktu 1-2 minggu jamur tumbuh dan siap dipanen. Panen dilakukan saat jamur mekar dan membesar atau ujungnya telah meruncing namun tudungnya belum pecah warnanya masih putih bersih.

Pujo Rahmat Wicaksono, PSM BBLM Yogyakarta menjelaskan “Kumbung di BBLM Yogyakarta diisi 2.000 baglog, baglog tidak tumbuh semua sekitar 85%nya atau 1.700 baglog yang tumbuh selama 4 bulan ini menghasilkan sekitar 510 kg jamur tiram. Harga jual jamur tiram per kg adalah 10.000, sehingga menghasilkan Rp 5.100.000,-“.

Semoga Demplot BBLM Yogyakarta terus berkreasi dan berinovasi dan mengembangkan pertanian, peternakan dan perikanan terpadu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

jamur