TINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA DENGAN PELATIHAN HANDICRAFT RAJUT BERBASIS EKONOMI KREATIF

YOGYAKARTA

  Selasa, 07 Mei 2019

Pelatihan Handicraft Rajut Berbasis Ekonomi Kreatif merupakan kegiatan pelatihan PERDANA yang diselenggarakan pada Tahun 2019 di BBLM Yogyakarta, disamping kegiatan pelatihan-pelatihan lainnya seperti pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD), Pelatihan Pengelolaan Badan usaha Milik Desa (BUM Desa), Pelatihan Hidroponik maupun Pelatihan Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades).

Pelatihan Handicraft Rajut Berbasis Ekonomi Kreatif diselenggarakan selama 4 hari, 27-30 April 2019 bertujuan untuk mendukung pelaksanaan usaha pemberdayaan masyarakat terutama pada pengentasan kemiskinan melalui kegiatan pengembangan dan pembaharuan Program Keluarga Harapan (PKH) serta penciptaan ekonomi kreatif bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Berdasarkan index tingkat kemiskinan DIY pada Bulan September Tahun 2018 masih sebesar 11,81% (BPS, 2019) sementara itu Pemerintah Daerah menargetkan untuk dapat turun menjadi 7% di Tahun 2020, maka untuk itu PKH menjadi salah satu solusi dalam pengentasan kemiskinan di DIY yang bertujuan untuk dapat meningkatkan kemampuan pelaku unit binaan serta dapat melakukan kerjasama dengan pelaku industri agar produknya dapat diserap oleh pasar sehingga pelaku unit binaan dapat berkembang dan maju melalui program ini. Selain itu ekonomi kreatif harus memiliki nilai jual dan pemasaran yang dibutuhkan oleh masyarakat dan juga mempunyai konsep ramah lingkungan dan kompetitif dalam menghadapi pangsa pasar global.

DIY merupakan salah satu daerah sentra kerajinan berbahan rajut yang ada di Pulau Jawa, dengan beragam produk unggulan kerajinan berbahan rajut yang sangat bervariatif namun belum maksimal untuk itu Kementerian Desa PDTT melalui BBLM Yogyakarta hadir bekerjasama dengan Pemerintah daerah DIY dalam hal ini BAPPEDA DIY dan PT YIP (Yogyakarta Isti Pratama) untuk mengadakan Pelatihan Handicraft Rajut Berbasis Ekonomi Kreatif Angkatan 1, 2 dan 3 Tahun 2019. Sasaran peserta dari pelatihan ini adalah kelompok keluarga yang masuk dalam PKH dari 4 Kabupaten di DIY yaitu (dari Kabupaten Gunung Kidul berjumlah 30 orang, Kabupaten Kulon Progo berjumlah 30 orang, Kabupaten Bantul berjumlah 15 orang dan Kabupaten Sleman berjumlah 15 orang) berjumlah 90 orang peserta, berlatih membuat handicraft rajut di BBLM Yogyakarta dari tanggal 27-30 April 2019 yang dipandu oleh Praktisi dan PSM BBLM Yogyakarta.

Direktur Jenderal Pengembangan Kawasan Perdesaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Dirjen PKP Kemendes PDTT), Ibu Harlina Sulistyorini menutup Pelatihan Kerajinan Rajut Berbasis Ekonomi Kreatif Tahun 2019 di Aula Arjuna BBLM Yogyakarta, 30 April 2019.

Dirjen PKP Kemendes PDTT, Ibu Harlina Sulistyorini mengatakan pelatihan kerajinan rajut ini sangat bagus serta sesuai dengan kebijakan pemerintah. "Ini kegiatan yang bagus sesuai dengan kebijakan Presiden untuk pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat pedesaan. Ini menjadi salah satu cara dari Kementerian Desa PDTT untuk memberdayakan, terutama perempuan-perempuan di daerah pedesaan sehingga hasil pelatihan ini bisa disebarluaskan ilmunya buat masyarakat sekitar".

Sedangkan, Bapak Eddy Margo Ghozali, Direktur PT Yogyakarta Isti Parama (YIP) menegaskan bahwa produk-produk rajut yang dihasilkan nanti sudah ada pembelinya di luar negeri. "Sudah ada pesanannnya. Ada ordernya dari banyak pembeli di berbagai negara. Kita membuat apa yang mereka inginkan. Produk handmade mendapat apresiasi yang sangat luar biasa dari pengguna di luar negeri," katanya.

Ia pun berharap dari 90 orang yang dilatih akan bisa menjadi koordinator dan pelatih untuk ikut membangun desa, misal di Karang Taruna, bisa melakukan pendampingan secara penuh dengan keahliannya. "Pengrajin rajut itu sudah hampir punah sehingga ini juga melestarikan budaya. Kami ingin dorong agar banyak pengrajin rajut karena handmade sehingga apresiasi yang begitu tinggi di luar negeri," terangnya.

Sementara itu, Ibu Erlin Chaerlinatun, Kepala BBLM Yogyakarta menyampaikan ke depan ini, tidak hanya pelatihan rajut karena pesanan berdasarkan permintaan maka tidak menutup kemungkinan angkatan berikutnya, temanya sudah lain lagi sesuai kebutuhan pembeli.

"Pelatihan ini sebuah terobosan untuk meningkatkan keluarga PKH karena produk akan dibeli langsung oleh buyer dengan adanya pesanan, dan para peserta yang telah lulus mendapatkan sertifikat dan stimulan agar memudahkan kelancaran untuk membuat produknya.

Setelah penutupan pelatihan selesai, Dirjen PKP Kemendes PDTT, Ibu Harlina Sulistyorini menanam Pohon Asam Jawa (Tamarindus indica) di Lingkungan BBLM Yogyakarta. Pohon Asam memiliki arti “sengsem” (menyenangkan hati, senyum yang indah), sedangkan daun dari Pohon Asam yang berjari enam memiliki nama sinom “anom” (berjiwa muda). 

Penutupan handicraft

 

Penutupan handicraft