PELATIHAN BUM DESA ANGKATAN 15 DAN 16

YOGYAKARTA

  Jumat, 24 Mei 2019

Badan Usaha Masyarakat Desa menjadi ujung tombak desa dalam upaya mengembangkan dan memberdayakan desa.  Desa dapat mandiri, dapat berkembang dan dapat sejahtera melalui peran BUM Desa. Dalam Undang-Undang No. 6/2014 tentang desa juga termuat Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUM Desa, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

Untuk meningkatkan mutu dan kualitas BUM Desa salah satunya adalah melalui pelatihan pengelolaan BUM Desa yang diselengarakan oleh BBLM Yogyakarta. Pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, sikap para peserta dalam menjawab tantangan dan hambatan, serta tetap semangat dalam menjalankan dan mengembangkan lembaga BUM Desa yang ada di desa masing-masing.

BBLM Yogyakarta melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa selama 6 (enam) hari dari tanggal 16-21 Mei 2019 atau berlangsung di Bulan Ramadhan. Semoga dapat mempererat silaturahmi dengan berbuka dan sahur bersama juga mendapat ilmu yang bermanfaat dan pahala. Pelatihan dilaksanakan di Kantor BBLM Yogyakarta dengan jumlah peserta 30 orang yang merupakan pengelola BUM Desa yang berasal dari Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Magelang, dengan pemandu dari Praktisi dan PSM BBLM Yogyakarta.

Pelatihan dibuka oleh Ibu Erlin Chaerlinatun, Kepala BBLM Yogyakarta pada tanggal 16 Mei 2019 menyampaikan “BUM Desa adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa sebagai upaya untuk memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi yang ada di desa itu sendiri. Sebagai sebuah usaha desa, pembentukan BUM Desa adalah benar-benar untuk memaksimalisasi potensi masyarakat desa baik itu potensi ekonomi, sumberdaya alam, ataupun sumberdaya manusianya. Secara spesifik, pendirian Bum Desa adalah untuk menyerap tenaga kerja desa, meningkatkan kreatifitas dan peluang usaha ekonomi produktif”.

Peserta antusias mengikuti pembelajaran dan praktek dalam kegiatan pelatihan yang meliputi kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan desa, pembentukan BUM Desa, pengelolaan BUM Desa, sistem keuangan desa, pembinaan, pengawasan dan pertanggungjawaban. Peserta juga mendapat motivasi dari narasumber yaitu Bapak Wahyudi, Kepala Desa Panggungharjo Bantul dan Penggagas BUM Desa Panggung Lestari dan Bapak Agus Kholik, Direktur BUM Desa Tridadi Makmur, Sleman.

Pelatihan ini istimewa, karena peserta mendapatkan arahan langsung dari Bapak Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa PDTT dan Bapak Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi pada tanggal 17 Mei 2019.

“BUM Desa sebagai badan usaha yang dimiliki oleh masyarakat desa, memiliki tujuan memakmurkan masyarakat desa dengan kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan oleh BUM Desa” Arahan Bapak Anwar Sanusi, Sekjen Kemendesa PDTT.

“Kado terbesar dan terindah dari lahirnya Undang-Undang Desa itu bukan dana desa, tapi kewenangan yang diberikan kepada desa untuk menentukan masa depannnya sendiri” Arahan Bapak Ahmad Erani Yustika, Satf Khusus Presiden RI.

Peserta juga dalam kegiatan pembelajaran tidak hanya di kelas, namun juga melakukan kunjungan lapang ke BUM Desa Sri Martani Makmur, Piyungan Bantul. Tujuannya adalah menggali inspirasi, ide baru dan motivasi peserta dalam mengembangkan BUMDesa sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Akhirnya pelatihan ditutup secara resmi pada tanggal 21 Mei 2019 oleh Ibu Erlin Chaerlinatun, Kepala BBLM Yogyakarta. Semoga pelatihan ini menguatkan kelembagaan BUM Desa sebagai lembaga penggerak perekonomian desa yang memanfaatkan potensinya guna mencapai peningkatan kesejahteraan warganya. Diharapkan setiap desa mampu memaksimalkan potensi yang ada sebagai usaha BUM Desa yang dikemas lebih kreatif, inovatif, produktif dan menguntungkan sehingga desa menjadi sejahtera dan mandiri.

Bumdes

 

bumdes

 

bumdes