PENGEMBANGAN EKONOMI DESA BERSAMA BUMDESA

YOGYAKARTA

  Minggu, 04 Agustus 2019

Saat ini desa terus berusaha mengembangkan ekonomi desa, terlebih desa telah mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Dalam pengembangan inovasi desa, jangan sampai mematikan usaha desa lain yang sudah tumbuh. “Yang diharapkan adalah saling kerjasama, bisa antar 5 sampai 20 desa. Salah satu kerjasama antar desa tersebut diantaranya pembangunan infrastruktur jalan, yang nantinya berperan dalam mengangkat ekonomi desa. Juga dapat membangun usaha bersama, karena keterkaitan potensi yang sama dimiliki. Sehingga setiap desa bisa menopang usaha tersebut. Kerjasama lain antar desa diantaranya penanganan sampah plastik, keamanan dan lainnya” Arahan Kepala Badan Litbang, Pendidikan, Pelatihan dan Informasi (Balilatfo) Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Bapak Eko Sri Haryanto dalam Pembukaan Pelatihan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa Angkatan X dan Pengelolaan BUM Desa Angkatan XX di Kantor BBLM Yogyakarta, Jumat (26/07/2019).

BBLM menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan BUM Desa Angkatan 20 selama 6 hari, 26-31 Juli 2019 yang diikuti oleh 40 orang peserta yang berasal dari Kabupaten Jombang 20 orang dan Kabupaten Klaten 20 orang. Peserta merupakan pengurus BUM Desa dengan unit usaha diantaranya penyediaan air minum dan sanitasi berbais masyarakat (PANSIMAS), pariwisata, pabrik air, pasar desa, simpan pinjam dan persewaan. Pelatihan ini bertujuan untuk memahami cara memetakan aset desa serta strategi pengembangnnya untuk mencapai aset mandiri, memahami cara menginisiasi, mendirikan, menentukan jenis usaha dan mengembangkan BUM Desa sesuai potensi dan kebutuhan desa.

Pelatihan ini dipandu oleh Tim Institute for Research and Empowerment (IRE) dan Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) BBLM Yogyakarta, kolaborasi ini agar dapat bersama-sama mengembangkan potensi-potensi yang ada dalam BUM Desa dengan tetap mengungulkan kearifan lokal.

Peserta diberikan pembelajaran teori dengan metode ceramah, diskusi kelompok, simulasi, dan tanya jawab. Adapun materi pembelajaran adalah kebijakan pemerintah dalam mendorong BUM Desa, pembangunan desa, pembentukan BUM Desa, pengelolaan BUM Desa, sistem akuntansi desa, pembinaan, pengawasan dan pertanggungjawaban, pembulatan dan rencana kerja tindak lanjut. Peserta sangat antusias dan semangat mengikuti pembelajaran, karena sangat bermanfaat dalam memajukan BUM Desa di masing-masing desanya.

Pelatihan ini juga istimewa, dengan hadirnya Sekretaris Jenderal Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi, Bapak Anwar Sanusi pada tanggal 29 Juli 2019. Beliau memberikan arahan “Kesempatan lima tahun terakhir sudah dapat terlihat dampak dana desa yang telah digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Jika pemerintah tidak memperhatikan desa, maka penerus desa tidak mau tinggal di desa, hanya sebagai tempat lahir.

“BUM Desa diharapkan dapat menjadi lembaga kunci penggerak ekonomi desa, yang menjadi kunci untuk memicu pergerakan ekonomi desa ke depannya. Kuatkan niat tetapkan hati bahwa kita akan menggunakan kesempatan emas ini sebagai sebuah jembatan untuk meraih kesejahteraan masyarakat desa”.

Peserta dalam kegiatan pembelajaran juga mendapat kesempatan untuk kunjungan lapang. Hal ini untuk menambah wawasan baru dan gambaran pengelolaan dan keberhasilan BUM Desa tempat kunjungan lapang, sehingga diharapkan peserta meningkatkan motivasinya, kreasi, dan modifikasinya yang dapat diterapkan di BUM Desa para peserta. Adapun tempat kunjungan lapang adalah di BUM Desa Tunas mandiri di Desa Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul pada tanggal 30 Juli 2019. Unit usaha BUM Desa tersebut adalah usaha pariwisata, Usaha Ekonomi Desa (UED) Simpan Pinjam, Pengelolaan Sampah, dan Grosir Bahan Pokok.

Pelatihan ditutup oleh Kepala BBLM Yogyakarta, Ibu Erlin Chaerlinatun M pada tanggal 30 Juli 2019. Memberikan arahan “BUM Desa lahir dan mengembangkan dirinya sebagai lembaga usaha, berbasis potensi asli desa yang bakal memastikan seluruh warga desa mendapatkan manfaatnya”.

BUM Desa bersama dengan KPMD menggali potensi sesuai SDA dan SDM yang dimiliki desa sebagai unit usaha demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kementerian Desa juga memberikan apresiasi bagi para pengurus BUM Desa, KPMD, pendamping desa, pemerintah desa dengan diikutsertakan kunjungan lapang ke China dan Korea.

Semangat para pengurus BUM Desa dalam meningkatkan perekonomian desa, pendapatan asli desa, pengelolaan potensi desa, dan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa.

Salam APIK

Bumdes 20

 

Bumdes 20