PELATIHAN HIDROPONIK BAGI DIFABEL

  Selasa, 10 Maret 2020

Pelatihan Hidroponik bagi Difabel merupakan salah satu pelatihan teknis bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus (difabel), dan merupakan pelatihan inovasi yang diselenggarakan oleh BBLM Yogyakarta, sebagai upaya untuk memberdayakan saudara-saudara kita kaum difabel agar mampu berkarya mengembangkan dirinya melalui budidaya tanaman sistem Hidroponik.

Pelatihan ini mendapat banyak apresiasi di lingkungan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dikarenakan BBLM Yogyakarta merupakan pelopor penyelenggara pelatihan Hidroponik bagi masyarakat difabel.

Pelatihan Hidroponik bagi Difabel ini terselenggara berkat dukungan dari Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yaitu Kantor Cabang UGM.

Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pelatihan Hidroponik Bagi Difabel adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat penyandang disabilitas di bidang bercocok tanam hidroponik yang pada akhirnya dapatmeningkatkan perekonomian dengan berbasis inovasi dan kreativitas.

Pelatihan Hidroponik bagi Difabel dilaksanakan selama 5 (lima) hari dari tanggal 10 - 14 Februari 2020 bertempat di Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta. Pembukaannya diresmikan oleh Kepala Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta dengan dihadiri oleh Bapak Suryo Wikanthomo selaku Kepala BNI 46 Cabang Sleman beserta jajarannya dan perwakilan dari  TOKOPEDIA.

Peserta Pelatihan Hidroponik Bagi Difabel sebanyak 30 orang berasal dari Kabupaten Gunungkidul 15 orang dan Kabupaten Kulonprogo 15 orang dan khusus 6 peserta dari Kab. Gunung Kidul adalah Atlet Angkat Berat yang berprestasi pada kejuaraan Pekan Para Lympic tingkat daerah dan nasional (nama atlit: Bp. Untung Subagyo, Supriyadi, Sukoco, Sumarwan dan Ibu Sutiayah dan Sutini).

Pelatih untuk Pelatihan Hidroponik bagi Difabel berasal dari PSM (Penggerak Swadaya Masyarakat) sebanyak 3 (tiga) orang, Sedangkan untuk panitia pelatihan sebanyak 3 (tiga) orang yang seluruhnya berasal dari Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta. Narasumber yang mendukung pelatihan Hidroponik Bagi Difabel berasal dari praktisi Omah Hidro Yogyakarta.

Materi Pelatihan Hidroponik bagi Difabel sebanyak 40 jam pelajaran. Materi Hidroponik bagi Difabel terdiri dari 3 kelompok (Materi Dasar, Inti dan Materi Penunjang), dengan rincian materi : Orientasi Program, Dinamika Kelompok, Pengantar Bertanam Hidroponik, Prospek Usaha Hidroponik, Jenis-jenis sistem Hidroponik, Pengenalan bahan dan alat Hidroponik, Penyemaian, Praktek Merakit Instalasi Hidroponik, Formulasi Nutrisi Hidroponik, Permasalahan dalam Hidroponik, Analisis Usaha, Evaluasi dan penyusunan RKTL.

Pelatihan telah dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 10-14 Februari 2020. Jumat 14 Pebruari 2020 dilakukan acara Penutupan Pelatihan Hidroponik bagi Difabel bekerjasama dengan Bank BNI, ditutup secara langsung oleh Kepala BALILATFO ( Ir. Eko Sri Haryanto, M.M ).

Seluruh peserta mendapatkan bantuan stimulant sebanyak 30 paket bantuan stimulan yang berasal dari BBLM Yogyakarta dan Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yaitu Kantor Cabang UGM. Adapun bantuan stimulan dari BBLM Yogyakarta berupa 30 paket instalasi hidroponik dengan Wick System, sedangkan dari Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, yaitu Kantor Cabang UGM berupa 30 paket instalasi hidroponik dengan NFT System menggunakan rangka baja ringan dilengkapi atap.

#BBLMYogyakarta #Kemendespdtt #Hidroponik #Difabel #HidroponikBagiDifabel #BNI #BankNegaraIndonesia #DinsosGunungKidul #DinsosKulonProgo #AtletAngkatBerat #paralimpic

Hidroponik difabel